Senin, 09 Februari 2015

Hewan & Tumbuhan Langka dan Dilindungi Di Indonesia



HEWAN DAN TUMBUHAN LANGKA
DI INDONESIA





DISUSUN OLEH :


NAMA

KELAS
NO. ABSEN
 


 
SMP NEGERI
SEMARANG



--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
SOAL.
1. Alasan-alasan apakah yang menyebabkan hewan dan tumbuhan yang dilindungi dapat diperjualbelikan?
2. Bagaimana akibatnya apabila hal tersebut terus berlangsung?
3. Menurut pendapat kalian upaya-upaya apakah yang dapat dilakukan agar hewan dan tumbuhan yang dilindungi tidak diperjualbelikan?

JAWABAN.

1. Karena hewan dan tumbuhan tersebut memiliki tubuh yang diperlukan dan berguna bagi manusia, contoh : Obat-obatan, pakaian, dan perhiasan. 
2. Jika hal ini terus berlangsung dapat terjadi kepunahan dan ekosistem terganggu dan mungkin hewan atau tumbuhan yang sudah punah memiliki fungsi lain yang belum diketahui oleh manusia.
3. a. memberikan pengertian kepada orang yang memperjualbelikan hewan atau tumbuhan bahwa kegiatan tersebut tidak patut dilakukan karena dapat merusak lingkungan dan dapat membuat terganggunya ekosistem.
b. Masyarakat juga tidak perlu membeli barang yang diperjualbelikan agar hewan dantumbuhan tersebut tidak semakin banyak yang dibunuh.

---------------------------------------------------------------------------------------



Hewan yang Langka dan Dilindungi Di Indonesia
 

1. Orang Utan (Pongo Pygmaeus)
 
Klasifikasi
Orangutan termasuk hewan vertebrata (bertulang belakang), dan juga termasuk hewan mamalia dan primata. Klasifikasi ilmiah
      Kingdom      : animalia
      Phylum         : chordata
      Class            : mamalia
      Ordo            : primata

      Family          : hominidae
      Upafamily    : ponginae
      Genus           : pongo
Species         : pongo pygmaeus dan Pongo abelii

Ciri-Ciri

Mereka memiliki tubuh yang gemuk dan besar, berleher besar, lengan yang panjang dan kuat, kaki yang pendek dan tertunduk, dan tidak mempunyai ekor. Orangutan memiliki tinggi sekitar 1.25-1.5 meter. Tubuh orangutan diselimuti rambut merah kecoklatan. Mereka mempunyai kepala yang besar dengan posisi mulut yang tinggi. Berat orangutan jantan sekitar 50-90 kg, sedangkan orangutan betina beratnya sekitar 30-50 kg. Telapak tangan mereka mempunyai 4 jari-jari panjang ditambah 1 ibu jari.  Telapak kaki mereka juga memiliki susunan jari-jemari yang sangat mirip dengan manusia. 

Penyebab Kelangkaan :  
Habitat yang semakin sempit karena kawasan hutan hujan yang menjadi tempat tinggalnya dijadikan sebagai lahan kelapa sawit, pertambangan dan pepohonan ditebang untuk diambil kayunya.
 


2. Badak Bercula Satu (Rhinoceras Sundaicus
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Animalia
Filum:
Chordata
Kelas:
Mammalia
Ordo:
Perissodactyla
Famili:
Rhinocerotidae
Genus:
Rhinoceros
Spesies:
R. sondaicus

 Ciri-ciri Badak Jawa

 Badak jawamemiliki ciri lebih kecil dari pada sepupunya, badak india, dan mempunyai besar tubuh yang hampir sama dengan badak hitam. Panjang tubuh badak Jawa ( terhitung  dari kepalanya ) bisa kian lebih 3,1 sampai 3,2 m dan tingginya bisa mencapai antara 1,4 sampai 1,7 m. Badak dewasa dilaporkan mempunyai berat antara 900 sampai 2.300 kilogram.

Penyebab Kelangkaan :  
Berkurangnya populasi badak jawa disebabkan oleh perburuan untuk di ambil culanya dan kehilangan habitat.


3. Tarsius (Tarsius Bancanus)


Klasifikasi :
Kingdom:Animalia
Filum:Chordata
SubFilum:Vertebrata
Kelas:Mammalia
Ordo:Primata
Famili:Tarsiidae
Genus:Tarsius
Spesies : Tarsius tarsier

Ciri - ciri :
ciri fisik tubuh mereka yang istimewa, yaitu tulang tarsal yang memanjang, yang membentuk pergelangan kaki mereka sehingga mereka dapat melompat sejauh 3 meter (hampir 10 kaki) dari satu pohon ke pohon lainnya. Tarsius juga memiliki ekor panjang yang tidak berbulu, kecuali pada bagian ujungnya. Setiap tangan dan kaki hewan ini memiliki lima jari yang panjang. Jari-jari ini memiliki kuku, kecuali jari kedua dan ketiga yang memiliki cakar.

Penyebab Kelangkaan : 
Dikarenakan rusaknya hutan sebagai habitat utama satwa langka ini. Selain itu tidak sedikit yang ditangkap masyarakat untuk dikonsumsi


4. Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae)

Klasifikasi :


Kingdom:Animalia
Phylum:Chordata
Classis:Mammalia
Ordo:Carnivora
Familia:Felidae
Genus:Panthera
Species : Phantera tigris sumatrae

Ciri-ciri

Harimau sumatera adalah subspesies harimau terkecil. Harimau sumatera mempunyai warna paling gelap di antara semua subspesies harimau lainnya, pola hitamnya berukuran lebar dan jaraknya rapat kadang kala dempet. Harimau sumatera jantan memiliki panjang rata-rata 92 inci dari kepala ke buntut atau sekitar 250 cm panjang dari kepala hingga kaki dengan berat 300 pound atau sekitar 140 kg, sedangkan tinggi dari jantan dewasa dapat mencapai 60 cm. Betinanya rata-rata memiliki panjang 78 inci atau sekitar 198 cm dan berat 200 pound atau sekitar 91 kg. Belang harimau sumatera lebih tipis daripada subspesies harimau lain. Warna kulit harimau sumatera merupakan yang paling gelap dari seluruh harimau, mulai dari kuning kemerah-merahan hingga oranye tua.

Penyebab Kelangkaan :  
Penebangan hutan yang serampangan dan perburuan liar menyebabkan habitatnya terancam. 
  
5. Merak Jawa (Pavo muticus)
Klasifikasi ilmiah Merak Hijau :

Kerajaan: Animalia.
Filum: Chordata.
Kelas: Aves.
Ordo: Galliformes.
Famili: Phasianidae.
Genus: Pavo
Spesies: Pavo muticus.
Nama binomial: Pavo muticus







Ciri – ciri:
Burung Merak Hijau atau yang sering di sebut Burung Merak Jawa. Merak hijau memiliki bulu yang sangat indah. Bulu-bulunya berwarna hijau keemasan. Burung jantan dewasa berukuran amat besar, panjangnya bisa meraih 300cm, dengan penutup ekor yang amat panjang. Diatas kepalanya ada jambul tegak. Burung betina memiliki ukuran yang lebih kecil dari burung jantan. Burung jantan memiliki bulu yang kurang mengilap, berwarna hijau keabu-abuan serta tanpa dihiasi bulu penutup ekor.

Penyebab Kelangkaan :

Perusakan, penyempitan serta konversi hutan mengganggu habitat merak baik secara kualitas maupun kuantitas terutama komponen pakan, shelter dan cover. Dengan maraknya penyerobotan lahan dan pencurian kayu di Jawa (1998-2003) akan menekan bahkan menghilangkan fungsi habitat merak hijau jawa.



Tumbuhan yang Langka dan Dilindungi Di Indonesia

     
     1.   Kantong Semar 


Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Plantae
Divisi:
Magnoliophyta
Kelas:
Magnoliopsida
Ordo:
Caryophyllales
Famili:
Nepenthaceae
Dumort. (1829)
Genus:
Nepenthes
L. (1753)

Ciri-ciri dan Jenis Kantong Semar

Tumbuhan ini bisa tumbuh mencapati tinggi 15-20 m dengan langkah memanjat tanaman yang lain, meskipun ada sebagian spesies yang tak merambat keatas. Pada ujung daun ada sulur yang bisa termodifikasi membentuk kantong, yakni alat perangkap yang dipakai utk mengonsumsi mangsanya ( contohnya serangga, pacet, anak kodok ) yang masuk ke dlm.
Biasanya, Nepenthes mempunyai tiga jenis wujud kantong, yakni kantong atas, kantong bawah, dan kantong roset. Kantong atas yaitu kantong dari tanaman dewasa, umumnya berupa corong atau silinder, tak mempunyai sayap, tak memiliki warna yang menarik, sisi sulur menghadap ke belakang dan bisa melilit ranting tanaman lain, kantong atas seringkali menangkap hewan yang terbang layaknya nyamuk atau lalat

Penyebab Kelangkaan :  
Penyebab utama langkanya tanaman ini adalah habitat dan inang tempat hidupnya makin sulit didapat.


    2.    Rafflesia Arnoldi


Kerajaan:
Divisi:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Rafflesia
 Ciri-ciri :
Bentuknya yang melebar (bukan tinggi) dan berwarna merah. Ketika mekar, bunga ini bisa mencapai diameter sekitar 1 meter dan tinggi 50 cm. Bunga rafflesia tidak memiliki akar, tangkai, maupun daun. Bunganya memiliki 5 mahkota. Di dasar bunga yang berbentuk gentong terdapat bunga sari atau putik, tergantung jenis kelamin bunga. keberadaan putik dan benang sari yang tidak dalam satu rumah membuat presentase pembuahan yang dibantu oleh serangga lalat sangat kecil, karena belum tentu dua bunga berbeda kelamin tumbuh dalam waktu bersamaan di tempat yang berdekatan. Masa pertumbuhan bunga ini memakan waktu sampai 9 bulan, tetapi masa mekarnya hanya 5-7 hari. Setelah itu rafflesia akan layu dan mati.
Penyebab Kelangkaan :  
Perambahan liar di kawasan hutan yang menjadi habitat bunga tersebut semakin mengancam kelestariannya.


3.   Bunga Bangkai Raksasa


Kerajaan:
Divisi:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
A. titanum
Amorphophallus titanum


Ciri-ciri :

Bunga bangkai (Amorphophallus) merupakan tumbuhan khas dataran rendah yangtumbuh di daerah beriklim tropis dan subtropis mulai dari kawasan Afrika barat hinggake Kepulauan Pasifik termasuk di Indonesia. Sebagian besar, bunga bangkai merupakanspesies endemik.Bunga bangkai yang merupakan tumbuhan dengan bunga majemuk terbesar dan tertinggi di dunia ini termasuk tanaman dari suku talas-talasan (araceae)dengan bentuk dan ukuran umbi yang bervariasi pada setiap jenisnya.

Penyebab Kelangkaan
Habitatnya sudah berubah status menjadi lahan untuk perumahan, pertanian dan perkebunan. Selain itu mengingat jenis ini belum diketahui manfaatnya dan keberadaannya cukup mengganggu akibat bau busuk menyengat pada saat berbunga, penduduk cenderung untuk memotong baik bagian daunnya maupun bunganya dengan parang.





    4.   Cendana (Santalum album)

Kerajaan:
Divisi:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
S. album

Ciri-ciri :
Cendana (Santalum album) memiliki batang berukuran kecil hingga sedang dengan diameter mencapai 40 cm dan tinggi mencapai 20 meter, dan kerap menggugurkan daun. Batangnya bulat agak berlekuk-lekuk. Tajuk pohonnya ramping atau melebar. Kulitnya kasar dan berwarna cokelat tua. Batang yang sudah tua berbau harum.
Daun cendana tunggal, berhadapan dengan bentuk elips dan tepi daun yang rata. Ujung daun runcing meskipun terkadang membulat. Akar cendana tanpa banir. Cendana memiliki perbungaan yang terminal atau eksiler yang tumbuh di ujung dan ketiak daun. Cendana memiliki buah batu berbentuk bulat yang berwarna hitam saat masak.

Penyebab Kelangkaan:
Penyebab kelangkaannya adalah karena perakarannya sendiri tidak sanggup mendukung kehidupannya. Karena prasyarat inilah cendana sukar dikembangbiakkan atau dibudidayakan. Kayu cendana wangi (Santalum album) kini sangat langka dan harganya sangat mahal.




    5.   Gaharu (Aquilaria malaccensis.)


Klasifikasi Ilmiah.
Kerajaan : Plantae.
Divisi : Tracheophyta.
Kelas : Magnoliopsida.
Ordo : Malvales.
Famili : Thymelaeaceae.
Genus : Aquilaria.

Ciri-ciri :
Pohon dan kayu gaharu mengandung resin akan berbau harum dan banyak digunakan dalam industri kosmetika maupun obat-obatan. berukuran besar dan tinggi. Tingginya bisa mencapai sampai 40 meter dengan diameter batang lebih dari 60 cm. Batangnya lurus, tidak berbanir, dan berkayu keras. Kulit pohon halus dan berwarna coklat keputihan. Tajuk tumbuhan gaharu bulat, lebat, dengan percabangan yang horisontal. Daun gaharu tunggal, berbentuk lonjong memanjang dengan panjang 5 – 8 cm dan lebar 3 – 4 cm. Ujung daun runcing, warna daun hijau mengkilap.

Bunga gaharu kecil berwarna hijau atau kekuningan yang muncul di ujung ranting atau di atas dan bawah ketiak daun. Buah polong berbentuk bulat telur berukuran 5 x 3 cm. Sedangkan bijinya berbentuk bulat atau bulat telur dengan bulu-bulu halus berwarna kemerahan.

Penyebab Kelangkaan:
Populasi tanaman penghasil gaharu semakin menyusut di alam yang disebabkan para pengusaha gaharu tidak dapat mengenali dengan tepat mana tanaman yang sudah mengandung gaharu dan siap dipanen. Untuk mencari pohon penghasil gaharu, para pengusaha menebang puluhan pohon yang salah (tidak menghasilkan gaharu) sehingga jumlah pohon tersebut sangat berkurang.





8 komentar: