Tampilkan postingan dengan label Islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islami. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 Desember 2015

Jilbab Tabarruj


Istilah “jilbab gaul”, “jilbab modis” atau “jilbab keren”…tentu tidak asing di telinga kita, karena nama-nama ini sangat populer dan ngetrend di kalangan para wanita muslimah. Bahkan kebanyakan dari mereka merasa bangga dengan mengenakan jilbab model ini dan beranggapan ini lebih sesuai dengan situasi dan kondisi di jaman sekarang. Ironisnya lagi, sebagian dari mereka justru menganggap jilbab yang sesuai dengan syariat adalah kuno, kaku dan tidak sesuai dengan tuntutan jaman.
Banyaknya trend-trend jilbab modern yang diusung oleh desainer-desainer jilbab semakin menjadikan fenomena hijab ini menjadi semakin jauh dari makna hijab yang sebenarnya, bahkan sampai-sampai diadakan seminar-seminar tutorial hijab yang dihadiri oleh mereka yang berdandan nampaknya boneka mainan yang dililitkan jilbab macam ular di badan mereka, tak terkecuali masyarakat kampus (mahasiswi) yang seharusnya lebih jeli memfilter budaya-budaya mana yang berkenaan dengan syariat yang sebenarnya malah ikut arus mengadakan lomba-lomba hijab wanita muslimah.

Lantas kalau hijab saja sudah dijadikan ajang untuk saling pamer, di mana letak nilai komitmen untuk menjalankan anjuran Allah SWT? Terkait hijab seperti yg tertuang dalam Q.S. Al Ahzab ayat 59 tersebut. Allah Azza wa Jalla:

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لأزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin agar hendaklah mereka mengulurkan jilbab-jilbab mereka ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, sehingga mereka tidak diganggu/disakiti. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” [al-Ahzab: 59]

Hijab yang secara bahasa bermakna penghalang/penutup mengalami penyempitan makna yang dipahami secara khusus bagi wanita yang mengenakan gamis maupun jilbab besar yang menjadi style atau lebih familiar disebut dengan hijab syar'i. Secara syariat hijab dimaknai sebagai pakaian yang menutup aurat yang tidak mengundang syahwat bagi orang yang memandangnya dengan tetap berpedoman pada fungsi hijab yang sesuai syariat bukan sebagai alat untuk bertabarruj atau agar dipuji orang lain karena kecantikan/keindahan orang yang mengenakannya, sehingga wanita muslimah yang ingin berhijab benar-benar karena keinginan untuk mengikuti anjuran Allah SWT supaya menutup aurat bukan karena mereka lebih memperhatikan gaya-gayaan/style dari pada syariat yang dianjurkan. Sebagaimana dalam firman Allah:

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى
“Dan hendaklah kalian (wahai istri-istri Nabi) menetap di rumah-rumah kalian dan janganlah kalian bertabarruj (sering keluar rumah dengan berhias dan bertingkah laku) seperti (kebiasaan) wanita-wanita Jahiliyah yang dahulu” [al-Ahzaab:33]. 
Tabarruj (secara bahasa) diambil dari (kata) al-burj (bintang, sesuatu yang terang dan tampak), di antara (makna)nya adalah berlebihan dalam menampakkan perhiasan dan kecantikan, seperti kepala, wajah, leher, dada, lengan, betis dan anggota tubuh lainnya, atau menampakkan perhiasan tambahan. Hal ini dikarenakan seringnya (para wanita) keluar rumah atau keluar dengan menampakkan (perhiasan dan kecantikan mereka) akan menimbulkan fitnah dan kerusakan yang besar (bagi diri mereka dan masyarakat). 
Oleh karena itu, tidak diragukan lagi, wanita yang keluar rumah memakai pakaian atau jilbab yang dihiasi dengan bordiran, renda, ukiran, motif dan yang sejenisnya, ini jelas merupakan bentuk tabarruj, karena pakaian/jilbab ini menampakkan perhiasan dan keindahan yang seharusnya disembunyikan.
Maka meskipun pakaian atau jilbab tersebut dari bahan kain yang longgar dan tidak tipis, akan tetapi kalau dihiasi dengan hiasan-hiasan yang menarik perhatian atau dengan model yang justru semakin memperindah penampilan wanita yang mengenakannya maka ini jelas termasuk tabarruj.
Kemudian kalau kita tanyakan kepada wanita yang menambahkan bordiran, renda, ukiran, motif dan yang sejenisnya pada pakaian luarnya, apa tujuannya?, maka tentu dia akan menjawab: supaya indah, untuk hiasan, supaya keren, dan kalimat lain yang senada. Maka dengan ini jelas bahwa tujuan ditambahkannya bordiran, renda, ukiran dan motif pada pakaian wanita adalah untuk hiasan dan keindahan, sedangkan syariat Islam memerintahkan bagi para wanita untuk menutupi dan tidak memperlihatkan perhiasan dan keindahan mereka kepada selain mahram atau suami mereka.
 
Wahai wanita muslimah, sadarlah akan keutamaaan yang besar dari Allah subhanahu wa ta’ala bagi wanita-wanita yang senantiasa menjaga dirinya, dan wahai wanita muslimah janganlah kalian menganggap bahwa hijab merupakan beban yang sangat berat bagi wanita muslimah, janganlah kalian anggap bahwa Allah telah menzhalimi kalian, bahkan sesungguhnya dalam syariat yang Allah subhanahu wa ta’ala turunkan semuanya mendatangkan maslahat.

Sumber : berbagai sumber





Rabu, 23 Desember 2015

Berpakaian Tapi Telanjang?



Akhir zaman ditandai dengan makin besar peran wanita dalam kehidupan politik, sosial dan ekonomi. Namun sayangnya peran wanita dalam keluarga makin menipis. Sementara kehadiran wanita shalihah menjadi langka meskipun wanita berhijab makin banyak tak berarti identic dengan keshalihannya. Lalu ada apa dengan hijab pada akhir zaman ini?

Saat ini tak sulit menemukan wanita yang berbusana muslimah. Mulai dari para remaja hingga anak kecilpun tak ketinggalan dipermak oleh ibunya dengan jilbab yang lucu. Jilbab sudah menjadi trend mode yang tak kalah bersaing dengan mode barat. Sayangnya masih ada jilbab sekedar mode tanpa mengindahkan batasan syariat. Jilbab lebih banyak dipahami sebagai kain penutup rambut wanita yang lebih cocok berfungsi seperti kerudung. Bahkan sebagian kerudung masih memperlihatkan sebagian rambut depan. Ada juga kerudung yang diikat di leher tidak menjulur hingga dada. 

Jilbab sebagaimana disimpulkan oleh Al Qurthuby: "Jilbab adalah pakaian yang menutupi seluruh tubuh". Kecuali Wajah dan telapak tangan. Hal ini seperti yang tertuang juga dalam firman Allah "Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri mukminin, "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah dikenal dan tidak mudah diganggu (QS 33:59). 

Dengan melihat uraian diatas jadi jilbab bukanlah kerudung, melainkan jilbab adalah baju jubah atau pakaian longgar bagi perempuan yang menutupi seluruh anggota tubuh atau aurat perempuan. Karena itu, anggapan bahwa jilbab sama dengan kerudung merupakan sesuatu yang salah kaprah yg seharusnya diluruskan. Banyak perempuan muslim yang mengaku sudah berjilbab, padahal dia hanya berkerudung karena menutup kepalanya saja sedangkan bagian lainnya terbuka atau meskipun tertutup tetapi sangat menonjolkan bagian tubuh dengan berpakaian ketat.
  Lalu apa yang dimaksud dengan hijab? Meskipun bermakna lebih umum dalam praktek sehari-hari, hijab tak jauh berbeda dengan jilbab. Saat ini kata hijab lebih trend digunakan untuk memaknai pakaian wanita yang sudah memenuhi syariat islam. Dikenal dengan istilah Hijab Syari’i. Sayangnya baik jilbab maupun hijab masih dipahami secara sempit seperti kerudung. Hingga berbagai mode pun bermunculan hanya sebagai kain penutup rambut wanita dan sebagian tidak mengikuti syariat. Misalnya leher dibiarkan terbuka atau bagian dada tidak tertutup jilbab sedangkan pakaiannya terlihat ketat menerawang hingga mengikuti lekuk tubuh wanita. 

Mode busana ini sudah diingatkan oleh Rasulullah SAW karena wanita yang mengenakannya akan menjadi penghuni neraka. “Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: [1] Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan [2] para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim no. 2128).

An Nawawi dalam Syarh Muslim, menjelaskan bahwa terdapat beberapa makna mengenai para wanita yang berpakaian tapi telanjang pada hadist di atas, diantaranya :
Makna pertama: wanita yang mendapat nikmat Allah, namun enggan bersyukur kepada-Nya.
Makna kedua: wanita yang mengenakan pakaian, namun kosong dari amalan kebaikan dan tidak mau mengutamakan akhiratnya serta enggan melakukan ketaatan kepada Allah.
Makna ketiga: wanita yang menyingkap sebagian anggota tubuhnya, sengaja menampakkan keindahan tubuhnya. Inilah yang dimaksud wanita yang berpakaian tetapi telanjang.
Makna keempat: wanita yang memakai pakaian tipis sehingga nampak bagian dalam tubuhnya. Wanita tersebut berpakaian, namun sebenarnya telanjang. (Syarh Muslim, 9/240).

Sumber : berbagai sumber


Selasa, 09 September 2014

Tugas Agama Islam | Al Khabir (Mahateliti)


Tugas Agama Islam
Kelompok V
Nama   :           1. Annisa Nur Liani                (4)
2. Devani Eka Prasasti            (9)
3. Dida Nur W.                       (10)
4. Meriska Dwi Awalia           (19)
5. Erika A.                               (11)
Kelas   : VII E
 
 Al KABIR

Al Khabir artinya Mahateliti. Allah Mahateliti terhadap semua ciptaan-Nya. Allah SWT. menciptakan berjuta – juta makhluk, semuanya berfungsi sesuai dengan apa yang Dia kehendaki. Tidak ada satupun ciptaan Allah Swt. yang salah sasaran. Ini menandakan bahwa Allah Swt Mahateliti dalam menciptakan makhluk-Nya. 
 
Demikian pula Allah dapat mengetahui secara detail apa yang dikerjakan makhluk-Nya. Dalam Q.S. at-Taubah/9:16 Allah Swt berfirman :   


“... dan Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.” Q.S at-Taubah/9:16.

Perilaku yang dapat diwujudkan bagi orang yang percaya bahwa Allah Swt. Mahateliti adalah hendaklah kita harus waspada dan teliti betul apa yang kita lakukan atau apa yang akan kita lakukan. Kita harus teliti dan cermat dalam melaksanakan kegiatan, baik di sekolah, di rumah, maupun di tempat lainnya. Orang yang rteliti akan mendapatkan hasil maksimal, dan tidak akan menyesal dikemudian hari.


Hal yang Dapat Mengangkat Seseorang kepada Derajat Tertinggi

Ada empat hal yang dapat mengangkat seseorang kepada derajat yang tertinggi walaupun amal dan ibadahnya sedikit, yaitu sifat- sifat penyantun, merendah diri, pemurah dan budi pekerti yang baik. Itulah kesempurnaan Iman. [Abul Qasim Al- Junaid]


Sabtu, 26 April 2014

Bacalah Aku Dengan Hati

Tahukan anda, mengapa anda tidak menangis saat membaca al-Qur`an ?
Sampai kabar kepada Imam Ahmad bin Hanbali bahwa salah seorang muridnya selalu bangun malam dan mengkhatamkan al-Qur`an secara sempurna hingga terbit fajar. Kemudian dilanjutkan dengan sholat subuh.
Imam Ahmad (A) pun ingin mengajarkannya cara mentadabburi al-Qur`an. Datanglah ia kepada muridnya itu, kemudian berkata: "Aku dengar kamu melakukan ini dan itu..?
Muridnya (M) menjawab: "Ya"
A: "Kalo gitu, coba nanti malam kamu lakukan seperti kemarin-kemarin, tapi saat membaca al-Qur`an, bayangkan kamu membacanya di hadapanku. Atau seakan-akan aku mengawasi bacaanmu.
Keesokan harinya, datanglah si murid, dan Imam Ahmad bertanya hasilnya. Si murid menjawab: "Aku hanya bisa membaca 10 juz saja"
A: "Coba nanti malam baca al-Qur`an seakan-akan kamu membacanya di hadapan Rasulullah SAW"
Keesokan harinya si murid datang lagi dan berkata: "Ya imam, aku hanya sanggup membaca juz 'amma saja"
A: "Nah sekarang, cobalah nanti malam kamu baca al-Qur`an seakan-akan di hadapan Allah 'Azza wa Jalla"
Si murid pun kaget disuruh seperti ini.
Keesokan harinya, si murid datang dengan mata bengkak akibat dari menangis. Imam Ahmad pun bertanya: "Apa yg kamu lakukan anakku?"
Si murid menjawab sambil menangis: "Ya imam, demi Allah, sepanjang malam aku tidak bisa menyempurnakan bacaan surat al-Fatihah"
*****
Al-Qur`an adalah kalam Allah kepada kita.. Maka bacalah ia dengan hati, bukan hanya sekedar dengan lisan. Semoga ALLAH mengumpulkan kita di hari kiamat kelak bersama golongan hamba2-Nya yang senantiasa memuliakan Al-Qur'an. Aamiin..