Tampilkan postingan dengan label Daftar Isi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daftar Isi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 Januari 2016

Mengatasi Kode Error Canon MP 237



Cara Mengatasi Kesalahan dengan Kode Error Canon MP 237 :
  • Error 1000 Canon MP 237 : Printer is out of paper / paper does not feed, Ditandai dengan blinking 2x pada Canon MP 237 dan untuk mengatasinya masukkan kertas ke bagian rear tray kemudian tekan tombol Hitam/warna pada Printer 
  • Error 1300 Canon MP 237 : Paper Jammed, ditandai dengan blinking 3x pada Canon MP 237 dan cara mengatasinya ambil kertas yang menyangkut pada printer. 
  • Error 1687 Canon MP 237 : The FINE Cartridge is not installed properly, ditandai blinking 4x pada Printer canon MP 237 dan cara mengatasinya, pastikan pemasangan cartridge sudah benar dan mengunci cartridge. 
  • Error 1401, 1403, 1485 Canon MP 237 : The FINE Cartridge is not installed properly, disertai blinking 5x dan cara mengatasinya adalah pasang cartridge dengan benar jika masih terjadi ganti cartridge dengan yang baru.
  • Error 1486, 1487 Canon MP 237 : FINE Cartridge is not installed in the correct position, disertai dengan blinking 7x dan cara mengatasinya adalah pastikan pemasangan cartridge sudah benar jika masih terjadi coba ganti dengan cartridge baru. 
  • Error 1700 Canon MP 237 : Ink absorber is almost full, disertai blinking 8x dan cara mengatasinya adalah lakukanlah head cleaning pada printer Canon MP 237. 
  • Error 1686 Canon MP 237 : The remaining ink level cannot be detected, disertai blinking 13x karena printer tidak bisa mendeteksi level tinta, tekan tombol stop/reset selama 5 detik untuk mengabaikan error. 
  • Error 1684 Canon MP 237 : The FINE cartridge cannot be recognized, disertai blinking 14x karena cartridge tidak terpasang dengan benar atau cartridge tidak kompatibel dengan printer, ganti cartridge denga yang baru.
  • Error 1682 Canon MP 237 : The FINE cartridge cannot be recognized, disertai blinking 15x dan cara mengatasinya adalah ganti dengan cartridge baru karena catridge lama sudah rusak. 
  • Error 1688 Canon MP 237 : The ink has run out, disertai dengan blinking 16x dan cara mengatasinya tekan tombol stop/reset selama 5 detik. 
  • Error 5100 Canon MP 237 : Paper Jammed disertai blinking 2x dan cara mengatasinya bersihkan kertas menyangkut pada printer. 
  • Error B200 Canon MP 237 : Blinking 10x, Matikan Printer kemudian cabut kabel power yang menyambung ke listrik selama beberapa menit kemudian pasang dan nyalakan kembali. 

Beberapa Kode error pada printer canon MP 237 antara lain 5011, 5012, 5200, 5400, 5700, 6000, 6800, 6801, 5B00, 6930, 6931, 6932, 6933, 6936, 6937, 6938, 6940, 6941, 6942, 6943, 6944, 6945, 6946 dan cara mengatasinya adalah dengan mencabut kabel power printer yang menyambung ke listrik selama beberapa menit kemudian nyalakan kembali


Selasa, 29 Desember 2015

Jilbab Tabarruj


Istilah “jilbab gaul”, “jilbab modis” atau “jilbab keren”…tentu tidak asing di telinga kita, karena nama-nama ini sangat populer dan ngetrend di kalangan para wanita muslimah. Bahkan kebanyakan dari mereka merasa bangga dengan mengenakan jilbab model ini dan beranggapan ini lebih sesuai dengan situasi dan kondisi di jaman sekarang. Ironisnya lagi, sebagian dari mereka justru menganggap jilbab yang sesuai dengan syariat adalah kuno, kaku dan tidak sesuai dengan tuntutan jaman.
Banyaknya trend-trend jilbab modern yang diusung oleh desainer-desainer jilbab semakin menjadikan fenomena hijab ini menjadi semakin jauh dari makna hijab yang sebenarnya, bahkan sampai-sampai diadakan seminar-seminar tutorial hijab yang dihadiri oleh mereka yang berdandan nampaknya boneka mainan yang dililitkan jilbab macam ular di badan mereka, tak terkecuali masyarakat kampus (mahasiswi) yang seharusnya lebih jeli memfilter budaya-budaya mana yang berkenaan dengan syariat yang sebenarnya malah ikut arus mengadakan lomba-lomba hijab wanita muslimah.

Lantas kalau hijab saja sudah dijadikan ajang untuk saling pamer, di mana letak nilai komitmen untuk menjalankan anjuran Allah SWT? Terkait hijab seperti yg tertuang dalam Q.S. Al Ahzab ayat 59 tersebut. Allah Azza wa Jalla:

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لأزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin agar hendaklah mereka mengulurkan jilbab-jilbab mereka ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, sehingga mereka tidak diganggu/disakiti. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” [al-Ahzab: 59]

Hijab yang secara bahasa bermakna penghalang/penutup mengalami penyempitan makna yang dipahami secara khusus bagi wanita yang mengenakan gamis maupun jilbab besar yang menjadi style atau lebih familiar disebut dengan hijab syar'i. Secara syariat hijab dimaknai sebagai pakaian yang menutup aurat yang tidak mengundang syahwat bagi orang yang memandangnya dengan tetap berpedoman pada fungsi hijab yang sesuai syariat bukan sebagai alat untuk bertabarruj atau agar dipuji orang lain karena kecantikan/keindahan orang yang mengenakannya, sehingga wanita muslimah yang ingin berhijab benar-benar karena keinginan untuk mengikuti anjuran Allah SWT supaya menutup aurat bukan karena mereka lebih memperhatikan gaya-gayaan/style dari pada syariat yang dianjurkan. Sebagaimana dalam firman Allah:

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى
“Dan hendaklah kalian (wahai istri-istri Nabi) menetap di rumah-rumah kalian dan janganlah kalian bertabarruj (sering keluar rumah dengan berhias dan bertingkah laku) seperti (kebiasaan) wanita-wanita Jahiliyah yang dahulu” [al-Ahzaab:33]. 
Tabarruj (secara bahasa) diambil dari (kata) al-burj (bintang, sesuatu yang terang dan tampak), di antara (makna)nya adalah berlebihan dalam menampakkan perhiasan dan kecantikan, seperti kepala, wajah, leher, dada, lengan, betis dan anggota tubuh lainnya, atau menampakkan perhiasan tambahan. Hal ini dikarenakan seringnya (para wanita) keluar rumah atau keluar dengan menampakkan (perhiasan dan kecantikan mereka) akan menimbulkan fitnah dan kerusakan yang besar (bagi diri mereka dan masyarakat). 
Oleh karena itu, tidak diragukan lagi, wanita yang keluar rumah memakai pakaian atau jilbab yang dihiasi dengan bordiran, renda, ukiran, motif dan yang sejenisnya, ini jelas merupakan bentuk tabarruj, karena pakaian/jilbab ini menampakkan perhiasan dan keindahan yang seharusnya disembunyikan.
Maka meskipun pakaian atau jilbab tersebut dari bahan kain yang longgar dan tidak tipis, akan tetapi kalau dihiasi dengan hiasan-hiasan yang menarik perhatian atau dengan model yang justru semakin memperindah penampilan wanita yang mengenakannya maka ini jelas termasuk tabarruj.
Kemudian kalau kita tanyakan kepada wanita yang menambahkan bordiran, renda, ukiran, motif dan yang sejenisnya pada pakaian luarnya, apa tujuannya?, maka tentu dia akan menjawab: supaya indah, untuk hiasan, supaya keren, dan kalimat lain yang senada. Maka dengan ini jelas bahwa tujuan ditambahkannya bordiran, renda, ukiran dan motif pada pakaian wanita adalah untuk hiasan dan keindahan, sedangkan syariat Islam memerintahkan bagi para wanita untuk menutupi dan tidak memperlihatkan perhiasan dan keindahan mereka kepada selain mahram atau suami mereka.
 
Wahai wanita muslimah, sadarlah akan keutamaaan yang besar dari Allah subhanahu wa ta’ala bagi wanita-wanita yang senantiasa menjaga dirinya, dan wahai wanita muslimah janganlah kalian menganggap bahwa hijab merupakan beban yang sangat berat bagi wanita muslimah, janganlah kalian anggap bahwa Allah telah menzhalimi kalian, bahkan sesungguhnya dalam syariat yang Allah subhanahu wa ta’ala turunkan semuanya mendatangkan maslahat.

Sumber : berbagai sumber





Rabu, 23 Desember 2015

Berpakaian Tapi Telanjang?



Akhir zaman ditandai dengan makin besar peran wanita dalam kehidupan politik, sosial dan ekonomi. Namun sayangnya peran wanita dalam keluarga makin menipis. Sementara kehadiran wanita shalihah menjadi langka meskipun wanita berhijab makin banyak tak berarti identic dengan keshalihannya. Lalu ada apa dengan hijab pada akhir zaman ini?

Saat ini tak sulit menemukan wanita yang berbusana muslimah. Mulai dari para remaja hingga anak kecilpun tak ketinggalan dipermak oleh ibunya dengan jilbab yang lucu. Jilbab sudah menjadi trend mode yang tak kalah bersaing dengan mode barat. Sayangnya masih ada jilbab sekedar mode tanpa mengindahkan batasan syariat. Jilbab lebih banyak dipahami sebagai kain penutup rambut wanita yang lebih cocok berfungsi seperti kerudung. Bahkan sebagian kerudung masih memperlihatkan sebagian rambut depan. Ada juga kerudung yang diikat di leher tidak menjulur hingga dada. 

Jilbab sebagaimana disimpulkan oleh Al Qurthuby: "Jilbab adalah pakaian yang menutupi seluruh tubuh". Kecuali Wajah dan telapak tangan. Hal ini seperti yang tertuang juga dalam firman Allah "Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri mukminin, "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah dikenal dan tidak mudah diganggu (QS 33:59). 

Dengan melihat uraian diatas jadi jilbab bukanlah kerudung, melainkan jilbab adalah baju jubah atau pakaian longgar bagi perempuan yang menutupi seluruh anggota tubuh atau aurat perempuan. Karena itu, anggapan bahwa jilbab sama dengan kerudung merupakan sesuatu yang salah kaprah yg seharusnya diluruskan. Banyak perempuan muslim yang mengaku sudah berjilbab, padahal dia hanya berkerudung karena menutup kepalanya saja sedangkan bagian lainnya terbuka atau meskipun tertutup tetapi sangat menonjolkan bagian tubuh dengan berpakaian ketat.
  Lalu apa yang dimaksud dengan hijab? Meskipun bermakna lebih umum dalam praktek sehari-hari, hijab tak jauh berbeda dengan jilbab. Saat ini kata hijab lebih trend digunakan untuk memaknai pakaian wanita yang sudah memenuhi syariat islam. Dikenal dengan istilah Hijab Syari’i. Sayangnya baik jilbab maupun hijab masih dipahami secara sempit seperti kerudung. Hingga berbagai mode pun bermunculan hanya sebagai kain penutup rambut wanita dan sebagian tidak mengikuti syariat. Misalnya leher dibiarkan terbuka atau bagian dada tidak tertutup jilbab sedangkan pakaiannya terlihat ketat menerawang hingga mengikuti lekuk tubuh wanita. 

Mode busana ini sudah diingatkan oleh Rasulullah SAW karena wanita yang mengenakannya akan menjadi penghuni neraka. “Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: [1] Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan [2] para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim no. 2128).

An Nawawi dalam Syarh Muslim, menjelaskan bahwa terdapat beberapa makna mengenai para wanita yang berpakaian tapi telanjang pada hadist di atas, diantaranya :
Makna pertama: wanita yang mendapat nikmat Allah, namun enggan bersyukur kepada-Nya.
Makna kedua: wanita yang mengenakan pakaian, namun kosong dari amalan kebaikan dan tidak mau mengutamakan akhiratnya serta enggan melakukan ketaatan kepada Allah.
Makna ketiga: wanita yang menyingkap sebagian anggota tubuhnya, sengaja menampakkan keindahan tubuhnya. Inilah yang dimaksud wanita yang berpakaian tetapi telanjang.
Makna keempat: wanita yang memakai pakaian tipis sehingga nampak bagian dalam tubuhnya. Wanita tersebut berpakaian, namun sebenarnya telanjang. (Syarh Muslim, 9/240).

Sumber : berbagai sumber


Sabtu, 14 November 2015

Tak Lagi Sama - Noah | Lirik Lagu


Cerita ini tak lagi sama
Meski hatimu selalu di sini
Mengertilah bahwa ku tak berubah
Lihat aku dari sisi yang lain

Bersandar padaku, rasakan hatiku
Bersandar padaku

Dan diriku bukanlah aku tanpa kamu tuk memelukku
Kau melengkapiku, kau sempurnakan aku

Waktu yang telah kita lalui
Buatmu jadi lebih berarti
Luluhkan kerasnya dinding hati
Engkaulah satu yang aku cari Bersandar padaku, rasakan hatiku
Bersandar padaku ooh

Dan diriku bukanlah aku tanpa kamu tuk memelukku
Kau melengkapiku, kau sempurnakan aku
Dan diriku bukanlah aku tanpa kamu menemaniku
Kau menenangkanku, kau melegakan aku

Dan diriku bukanlah aku tanpa kamu tuk memelukku
Kau melengkapiku, kau sempurnakan aku
Dan diriku bukanlah aku tanpa kamu menemaniku
Kau menenangkanku, kau melegakan aku