Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 September 2014

Pengalaman Mengunjungi Kebun Binatang Mangkang Semarang



Hari minggu kemaren, saya bersama dengan keluarga berkunjung ke kebun binatang Mangkang yang berada di depan terminal bus, Mangkang. Karena hari minggu, tempatnya jadi rame. Kalau kamu belum tahu tentang Kebun binatang itu, coba deh berkunjung kesana. Tiket masuknya murah, cuma sebesar 5 ribu rupiah per orang. Ramai banget disana. Banyak anak-anak dan keluarganya udah pada disana dengan beralaskan tikar dan ada yang membawa makanan. 


 Disana saya melihat berbagai macam hewan, yaitu Harimau Sumatera, Burung Merak, Orang Utan, Babi Rusa, Penyu, Kijang, Komodo dan masih banyak lagi. Jadi, kalau kamu belum pernah liat singa dan orang utan beneran, datang aja kesana saja bersama keluarga.

Disana juga ada arena hiburan air seperti waterboom, becak air, perahu dan sebagainya. Sangat menyenangkan sekali berkunjung ke Kebun binatang Mangkang. Karena mulai lelah berjalan, saya naik gajah rame-rame bersama dengan keluarga mengitari kawasan Kebun binatang. Setelah seharian berkeliling, saya dan keluarga pergi ke kantin yang letaknya didekat pintu keluar. Di dekat pintu keluar itu banyak sekali terdapat kantin – kantin yang menjual berbagai macam makanan yang harganya murah.

Setelah terasa kenyang, saya dan keluarga berencana pulang karena hari sudah mulai sore. Lain kali saya akan mengunjungi Kebun binatang itu lagi bersama keluarga.

Selasa, 26 Agustus 2014

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru



‎
https://plus.google.com/photos/106311730457998558339/albums/6062149064767764497/6062196764681314626?pid=6062196764681314626&oid=106311730457998558339

Taman Nasional Bromo TenggerSemeru adalah taman nasional di Jawa Timur, Indonesia, yang terletak di wilayah administratif Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Malang, Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Probolinggo. Taman yang bentangan barat-timurnya sekitar 20-30 kilometer dan utara-selatannya sekitar 40 km ini ditetapkan sejak tahun 1982 dengan luas wilayahnya sekitar 50.276,3 ha.
Di kawasan ini terdapat kaldera lautan pasir yang luasnya ±6290 ha. Batas kaldera lautan pasir itu berupa dinding terjal, yang ketinggiannya antara 200-700 meter.

https://plus.google.com/photos/106311730457998558339/albums/6062149064767764497/6062196764681314626?pid=6062196764681314626&oid=106311730457998558339 
Sejarah
 
Sebelum ditetapkan sebagai taman nasional, daerah Tengger merupakan kawasan hutan yang berfungsi sebagai cagar alam dan hutan wisata. Kawasan hutan ini berfungsi sebagai hutan lindung dan hutan produksi. Melihat berbagai fungsi tersebut, Kongres Taman Nasional Sedunia mengukuhkan kawasan Bromo Tengger Semeru sebagai taman nasional dalam pertemuan yang diselenggarakan di Denpasar, Bali, pada tanggal 14 Oktober 1982 atas pertimbangan alam dan lingkungannya yang perlu dilindungi serta bermacam-macam potensi tradisional kuno yang perlu terus dikembangkan. Pada tanggal 12 November 1992, pemerintah Indonesia meresmikan kawasan Bromo Tengger Semeru menjadi taman nasional.

Senin, 25 Agustus 2014

Taman Nasional Ujung Kulon



https://plus.google.com/photos/106311730457998558339/albums/6062149064767764497/6062200918740814370?pid=6062200918740814370&oid=106311730457998558339

Taman Nasional Ujung Kulon terletak di bagian paling barat Pulau Jawa, Indonesia. Kawasan Taman nasional ini juga memasukan wilayah Krakatau dan beberapa pulau kecil disekitarnya seperti Pulau Handeuleum dan Pulau Peucang. Taman ini mempunyai luas sekitar 122.956 Ha; (443 km² di antaranya adalah laut), yang dimulai dari tanjung Ujung Kulon sampai dengan Samudera Hindia.

Taman Nasional ini menjadi Taman Nasional pertama yang diresmikan di Indonesia, dan juga sudah diresmikan sebagai salah satu Warisan Dunia yang dilindungi oleh UNESCO pada tahun 1991, karena wilayahnya mencakupi hutan lindung yang sangat luas. Sampai saat ini kurang lebih 50 sampai dengan 60 badak hidup di habitat ini.

Pada awalnya Ujung Kulon adalah daerah pertanian pada beberapa masa sampai akhirnya hancur lebur dan habis seluruh penduduknya ketika Gunung Krakatau meletus pada tanggal 27 Agustus 1883 yang akhirnya mengubahnya kawasan ini kembali menjadi hutan.

Izin untuk masuk ke Taman Nasional ini dapat diperoleh di Kantor Pusat Taman Nasional di Kota Labuan atau Tamanjaya. Penginapan dapat diperoleh di Pulau Handeuleum dan Peucang.

Taman Nasional Ujung Kulon bersama Cagar Alam Krakatau merupakan asset nasional, dan telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Alam Dunia oleh UNESCO pada tahun 1991.

Untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan Taman Nasional Ujung Kulon sebagai Situs Warisan Alam Dunia, UNESCO telah memberikan dukungan pendanaan dan bantuan teknis.